Tuesday, 11 November 2014

Softskils (Hoby-Memasak)

Posted by Unknown at 07:05 0 comments
Hoby (Memasak)
Buat saya, masak itu adalah kemampuan yang sudah digariskan Tuhan kepada perempuan. Jadi saya yakin bahwa saya tidak perlu belajar atau kursus masak secara khusus. Toh setiap sabtu pagi TV sudah memanjakan saya dengan beragam program yang menyajikan resep masakan. Mulai dari bahan, proses masak, sampai tampilan penyajiannya.
Ibu saya sendiri punya pendapat bahwasanya yang namanya masak itu adalah ilmu waton : iso jalaran soko kulino. Bisa masak karena terbiasa. Syukurlah, sejak kecil paling tidak saya sudah dikenalkan dengan nama-nama bumbu, ngupas bawang, metik sayuran, bahan-bahan membuat kue dan berbagai macam peralatan dapur.
Di rumah saya sering sekali memasak bersama ibu dan kakak saya. Mulai memasak berbagai macam sayur dan lauk pauk sampai aneka macam kue. Masalahnya adalah semenjak saya kuliah di Malang, otomatis dapur bukan lagi ruangan yang akrab dengan kehidupan saya sehari-hari. Yah, mungkin karena selama tinggal disana bekal saya selama itu ya cuma rice cooker dan heater. Apalagi di tempat kost saya itu tidak ada dapur, jadi semakin jauh saja kehidupan saya dari aktifitas dapur.
Itulah kira-kira sedikit cerita tentang hobi saya. Ngomong-ngomong, sudah pada tau belum sebenernya apa sih pengertian dari memasak dan apa aja persiapan yang harus dilakukan sebelum memasak? Kalo mau tau, simak aja ni sedikit coretan tentang memasak yang saya kutip dari salah satu situs di internet. . .
Memasak adalah kegiatan menyiapkan makanan untuk dimakan dengan cara memanaskan. Memasak terdiri dari berbagai macam metode, peralatan, dan kombinasi bumbu dapur untuk mengatur rasa memudahkan makanan untuk dicerna. Memasak secara umum adalah persiapan dan proses memilih, mengatur kuantitas, dan mencampur bahan makanan dengan urutan tertentu dengan tujuan untuk medapatkan hasil yang diinginkan. Memanaskan bahan makanan umumnya, walaupun tidak selalu, merubahan bahan makanan tersebut secara kimiawi, mengakibatkan adanya perubahan rasa, tekstur, penampilan, dan nilai nutrisi.
Perbedaan-perbedaan yang ada di seluruh dunia mengenai cara memasak mencerminkan faktor-faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur, budaya, dan estetika yang mempengaruhinya.
Setiap orang tentunya menggemari makanan, dan beberapa diantaranya bahkan menyukai proses pembuatan masakan. Untuk menghasilkan masakan tentunya dibutuhkan proses memasak. Ketika proses memasak dilakukan dengan cara yang baik, maka hasilnya pun sudah tentu baik.
Perencanaan dan persiapan dalam kegiatan masak atau yang umumnya dalam istilah kuliner dikenal dengan sebutan mise en place, diantaranya adalah :
*      Melakukan penyusunan tahapan kegiatan masak (baca resep dari awal hingga akhir, untuk memastikan pemahaman bahan dan metode.)
*      Menjaga pantry dalam keadaan baik (termasuk penyimpanan bahan sesuai kegunaannya)
*      Membuat daftar belanja (cek untuk melihat apa yang dimiliki, dan tuliskan apa yang kurang)
*      Pembelian bahan berkualitas untuk penggunaan masak harian (membeli bahan sesuai kebutuhan, dan pilihlah bahan yang segar)
*      Melakukan tinjauan terhadap resep (duduk, ambil waktu, dan membuat rencana tindakan, memungkinkan cukup waktu untuk setiap langkah)
*      Memulai penataan ruang kerja dapur (penggunaan pakaian masak dan celemek, pengaturan area kerja, kemudian penyusunan bahan dan peralatan)
*      Bersiaplah (sebelum mulai memasak, kalkulasi bahan dan menyelesaikan langkah-langkah persiapan seperti mengupas, mengiris, dan memotong bahan)
*      Rapi dan bersih di area kerja (menjaga area kerja agar tetap bersih dan rapi setiap saat, dari mulai persiapan, pengolahan, hingga penyajian)
*      Mengatur kembali (jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, berhenti sejenak dan monitor situasi, kemudian pikirkan tujuan akhir sebelum melanjutkan)
*      Senangi memasak (yang tak kalah pentingnya, santai dan ciptakan suasana nyaman. Makanan akan terasa lebih nikmat apabila koki menikmati proses memasak)
Dengan mengetahui tahapan demi tahapan dalam “mise en place”, para koki handal dari berbagai restoran ternama dapat menghasilkan beragam hidangan istimewa untuk disajikann.
Oke guys, walaupun keahlian memasak itu muncul karenaa terbiasa tetapi tidak ada salahnya kan kalau kita coba ikutin persiapan-persiapan itu supaya hasil masakan kita tidak kalah dengan masakan chef handal di berbagai restoran.

Sumber:



Monday, 10 November 2014

Akuntansi Keuangan

Posted by Unknown at 17:52 0 comments
1.      Prinsip-prinsip Akuntansi yang diterima secar umum
A.    Pengertian PABU (Prinsip Akuntansi Berterima umum)
“Prinsip Akuntani yang Berterima Umum di Indonesia (PABU)” Merupakan padanan suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu.

a.      Konsep Entitas biasa disebut juga sebagai kesatuan usaha
b.      Prinsip Objektivitas menerapkan aturan bahwa catatan dan laporan harus didasari oleh data yang dapat dipercaya
c.       Prinsip Biaya semua harga barang dan jasa yang di beli harus dicatat sesuai dengan harga yang terjadi pada transaksi

B.     4 Pilar Prinsip Akuntansi Yang Diterima Umum
1)      SAK Berbasis IFRS
Merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB)
2)      SAK ETAP (Standar AKuntansi Entitas tanpa Akuntabilitas)
Standar Akuntasi  Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dimaksudkan unuk digunakan entitas tanpa akuntansi public.
3)      Standard Akuntansi Syariah
Akuntansi syariah merupakan upaya dekonstrusi akuntansi modern yang bersifat humanis, emansipatoris, transcendental, dan teologikal. Yaitu bertolak belakang sekali dengan akuntansi konvensional yang bersifat kapitalis, sekuler, egois, serta anti-altruistik.
4)      Standard akuntansi Pemerintah

2.      Isu-isu dalam pelaporan Keuangan
A.    Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informai keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

B.     Beberapa Isu Dalam Anaisis Perbandingan Laporan Keuangan
Analisis berdasarkan laporan keuangan yang melibatkan beberapa perbandingan baik terhadap perusahaan lainya atau terhadap data pada periode-periode sebelumnya.
1)      Laporan Keuangan yang disesusaikan Kembali
2)      Perbedaan Klasifikasi  Rekening (Akun)
3)      Perbedaan Prinsip-prinsip Akuntansi

4)      Perbedaan Penanggalan Laporan Keuangan

Berhubung saya masih mahasiswa dan masih dalam tahap pembelajaran, mohon pngkoreksiannya ya guys.. Enjoy... 

Tuesday, 4 November 2014

Lingkungan Akuntasi

Posted by Unknown at 14:48 0 comments
1.1 Lingkungan Akuntasi
A.    Pengertian AKuntansi
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa untuk meneyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengembalian keputusan ekonomi yang sesuai dengan prinsip akuntansi.

·         Pengidentifikasia, pengukuran dan pengomunikasian informasi keuangan
·         Entitas Ekonomi, yaitu suatu transeksi badan usaha milik sendiri dengan badan usaha orang lain pencatatannya dipisah
·         Pihak yang berkepentingan, yaitu investor dan pemasok
·          
Macam-macam akuntansi:
·         Akuntansi Keuangan (financial accounting)
Berguna untuk eksternal dan internal
·         Akuntansi manajerial (managerial accounting)
Berguna untuk pengukuran penganalisaan untuk merencanakan dan mengevaluasi kegiatan.

B.     Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan sarana pengomunikasian informasi keungan utama kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

·         Neraca, laporan yang berkaitan dengan modal kerja
·         Laporan Laba-rugi, pendapatan dan  beban
·         Laporan arus kas, keluar masuknya kas
·         Laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham, perubahan saldo yang dimilki perusahaan

C.     Tantangan yang dihadapi Akuntansi Keuangan
·         Pengukuran Nonkeuangan, laporan keuangan yang menyajikan ukuran kerja
·         Informasi yang berorientasi ke Depan, invormasi yang dibutuhkan oleh seorang investor
·         Aktiva Lunak, laporan keuangan yang focus untuk kerja dan persediaan investasi
·         Ketepatan Waktu, dalam kuartal 1 periode sama dengan 1 tahun

D.    Pihak-pihak Yang Terlibat Dalam Penetapan Standar
·         Securities and Exchange Commission (SEC)
·         Persekutuan Public/swasta, pada saat SEC didirikan belum ada
·         Pengawasan SEC, terlibat tidak langsung dalam penetapan akuntansi
·         Penerapan, sudah terdaftar dalam saham harus melaporkan pada SEC surat pernyataan SEC jika tidak sesuai

E.     Unsur-unsur Dasar Akuntansi Keuangan
·         Aktiva, harta sumber daya dalam bentuk barang harta
·         Kewajiban, harta yang harus diselesaikan
·         Ekuitas, harta pemilik perusahaan
·         Investasi oleh pemilik, harta yang dimiliki oleh kepala atau owner
·         Distribusi kepada pemilik
·         Laba Komprehensif, penambahan ekuitas selama 1 periode akibat transaksi/kejadian lain
·         Pendapatan, nilai dari aktiva dan ekuitas
·         Beban, yang harus dibayarkan
·         Keuntungan, kenaikan ekuitas
·         Kerugian, hasil yang tidak sesuai dengan perhitungan awal

F.      Sistem Informasi Akuntansi
·         Kejadian (event), peristiwa perubahan aktiva, ekuitas
·         Transaksi (Transaction), kejadian yang melibatkan dua kejadian
·         Akun (Account)
·         Akun real dan nominal, buku yang mngandung sekumpulan akun-akun
·         Jurnal, kejadian pencatatan pertamakali
·         Pemindahbukuan (posting), jurnal ke buku besar
·         Neraca saldo, (Trial Balance), daftar nilai awal
·         Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries), untuk memperbaharui akun agar tepat
·         Laporan Keuangan, mecerminkan fabulasi dan ikhtisar
·         Ayat Jurnal Penutup, mengurangi semua akun menjadi  0

1.2 Perbedaan IFRS dengan PSAK


    



Monday, 3 November 2014

Piutang Dagang, Piutang Usaha, Piutang Tak Tertagih

Posted by Unknown at 01:08 0 comments
A.    Piutang
Pengertian Piutang
Piutang atau Account Receivable adalah tuntutan (claims) terhadap pihak tertentu yang penyeleainnya diharapkan dalam bentuk kas selama kegiatan normal perusahaan.
Jenis-jenis piutang
1.      Piutang Dagang, yaitu tidak melibatkan bunga, meskipun bunga atau biaya jasa dapat saja ditambahkan bilamana pembayarannya tidak dilakukan dalam periode tertentu.
2.      Piutang Bukan Dagang, yaitu tagihan-tagihan yang timbul dari transaksi selain penjualan barang atau jasa
3.      Piutang Pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah terjadi tetapi belum diterima (accrued receivable)
4.      Piutang Wesel, yaitu surat berharga yang berisi perintah dari si penarik (pembuat surat) kepada si wajib bayar (yang berutang)

Dokumen Yang Digunakan Dalam Pencatatan Piutang
1.      Faktur Penjualan
Dokumen ini dilampiri dengan surat muat (bill of loading) dan surat pesanan pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
2.      Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
3.      Memo Kredit
Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan , dan jika dilampiri dengan laporan pengiriman barang yang dibuat oleh bagian penerimaan
4.      Bukti Memorial
Bukti memorial digunakan untuk mencatat penghapusan piutang dan retur penjualan

B.     Piutang Dagang

1.      Piutang Usaha(Account Receivable) berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya dapat ditagih dalam waktu dalam waktu 30 sampai 60 hari
2.      Wesel Tagih (Notes Receivable) janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu dim as depan. Wesel tagih bisa bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang


Ya namanya juga mahasiswa, wajar ya kalo masih ada salah-salah sedikit. Kalo ada kesalahan mohon di koreksi. Semoga bermanfaat guys!




Monday, 20 October 2014

Piutang

Posted by Unknown at 20:41 0 comments
A.    Pengertian Piutang
Piutang atau Account Receivable  adalah tuntutan (claims) terhadap pihak tertentu yang penyelesaiannya diharapkan dalam bentuk kas selama kegiatan normal perusahaan. Piutang juga dapat dikatakan klaim atas uang, barang, atau jasa terhadap pelanggan atau pihak lainnya.
-          Tunai         : disukai perusahaan
-          Kredit        : tidak disukai perusahaan
Piutang Tagihan
-          Kreditur  : Pemberi
-          Debitur        : Penerima
Jenis-jenis piutang
1.      Piutang Dagang
Yaitu transaksi yang timbul barang dan jasa
·         Piutang Usaha (Account Receivable)
Piutang usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan dapat ditagih dalam waktu 30 sampai 60 hari, bahkan biasanya dapat disesuaikan dengan tunjangan perusahaan.
·         Wesel Tagih (Notes Receivable)
Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.
Berhubungan               : berbunga
Tidak berhubunga       : tidak berbunga
2.      Piutang Bukan Dagang
Ex : Dividen
3.      Piutang Pendapatan
Sudah terjadi tetapi belum di terima
Ex: Acrual Basis
B.     Akuntansi Piutang
Akuntansi Piutang terbagi menjadi 3, yaitu:
1.      Pengakuan Piutang
Masalah pengakuan piutang meliputi dua masalah pokok, yaitu:
·         Piutang diakui saat terjadi pemindahaan hak atau serah terima atas barang yang dijual antara pembeli dan penjual. Daat dikatakan juga seperti timbal balik.
·         Piutang diakui berdasarkan nilai tukar. Yaitu nilai yang akan dibayar oleh debitur pada saat yang telah ditentukan. Dalam masalah ini yang perlu diperhatikan adalah trade discount dan sale discount
2.      Penilaian Piutang
Piutang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (neto) yang bisa di realisasikan adalah jumlah piutang bruto setelah dikurangi dengan taksiran jumlah (nilai) piutang yang tidak dapat diterima atau tak tertagih. Akunnya yaitu kerugian piutang.

3.      Pengalihan Piutang (Penjualan, pengadaian, pengkreditan)
Perusahaan-perusahaan yang memiliki piutang dalam jumlah besar seringkali berusaha untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya, dengan cara menjual atau mengalihkan piutang tersebut kepada perusahaan lain sehingga dapat segera memperoleh kas, dan dengan demikian memperpendek jarak siklus operasi dari kas ke kas.

C.    Piutang Yang Tak Tertagih
Piutang tak tertagih timbul karena adanya perusaahn mempunyai piutang namun bangkrut, maka menjadi tak tertagih. Perusahaan tak dapat membayar dikarenakan berbagai macam alas an, misalnya pailit/bangkrut, karakteristik pelanggan, dsb.
Metode untuk menangani masalah piutang yang tak tertagih, yaitu :
·         Metode Langsung
Metode yang menggunakan cara penghapusan langsung terhadap piutang yang benar-benar sudah diketahui tidak akan didapat dibayar.
·         Metode Tidak Langsung
Menggunakan cara penghapusan tidak langsung yaitu cara penyisihan dalam perhitungan piutang yang tidak dapat tertagih. Ada dua dasar perhitungan penyisihan piutang tertagih.
            Contoh kasus piutang yang tak tertagih:
Pihak kreditur memberikan piutang sebesar Rp 5.000.000 pada sebuah perusahaan, namun perusahaan yang dipinjamkan mengalami kebangkruan dan belum melunasi hutangnya.
Maka akunnya adalah:
·         Metode Langsung

Piutang tak tertagih                 Rp 5.000.000
                        Piutang                                                Rp 5.000.000

·         Metode Tidak Langsung

Kerugian Piutang Tak Tertagih                      Rp 5.000.000
            Piutang                                                            Rp 5.000.000

Cadangan Piutang Tak Tertagih                    Rp 5.000.000
Piutang                                                            Rp 5.000.000

Mengapa ada cadangan. Karena jika sewaktu-waktu perusahaan yang dipinjamkan mencoba mengembalikan utangnya, kreditur sudah mencatatnya dalam pembukuan.

Sebagai mahasiswa saya pasti punya salah, jika ada yang ingin di koreksi, monggo... kita saling share ya guys. Semoga bermanfaat :) 


 

my room Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting