Monday, 1 December 2014

NILAI TERENDAH ANTARA HARGA PASAR DENGAN METODE UNTUK MENGESTIMASI PEMBELIAN - AKM 1B

Posted by Unknown at 18:58 0 comments
Penilaian Selain Berdasar Harga Pokok
Dalam keadaan khusus semacam ini diperkenankan bahkan disarankan untuk menilai persediaan menyimpang dari harga pokoknya. Berbagai prosedur penilaian persediaan selain berdasar harga pokok meliputi :
1.      Penilaian berdasar harga terendah antara harga pokok dan harga pasar (Lower of Cost or Market / LOCOM)
2.      Penilaian berdasar nilai realisasi dan atau nilai pengganti
3.      Penilaian berdasar harga jual
4.      Penilaian persediaan untuk kontrak-kontrak jangka panjang

PENILAIAN BERDASAR LOCOM
Penyajian nilai persediaan berdasar harga pasar yang lebih rendah dari harga pokoknya berarti mengakui karena adanya suatu kerugian yaitu selisih antara harga pokok dengan harga pasar dari barang yang bersangkutan tersebut.

Penerapan Metode LOCOM
Penerapan metode LOCOM menyangkut dua pokok, yaitu :
1.   Berkenaan  dengan  persediaan  yang  dimiliki  oleh  perusahaan.  Dalam  hal  ini  terdapat  tiga kemungkinan prosedur penerapannya, yaitu :
a menurut jenis persediaan
b menurut kelompok persediaan
c keseluruhan jumlah persediaan

2 Hasil penilaian persediaan tersebut dicatat dalam rekening pembukuan, sehingga menyangkut perlakuan akuntansi terhadap penurunan nilai persediaan.

Dalam penilaian persediaan untuk kontrak jangka panjang Metode yang dipakai terbagi menjadi dua :
1 Metode Kontrak Selesai

2 Metode Prosentase Penyelesaian

Wednesday, 26 November 2014

AKTIVA TETAP BERWUJUD PEROLEHAN, PENGGUNAAN, DAN PEMBERHENTIAN - AKM (1A)

Posted by Unknown at 06:56 0 comments
AKTIVA TETAP BERWUJUD 
PEROLEHAN, PENGGUNAAN, DAN PEMBERHENTIAN 

A.    Aktiva Tetap berwujud adalah aktiva yang bersifat lebih lama atau permanen yang digunakan pada perusahaan normal.
Contoh beberpa macam aktiva tetap adalah:
-          Tanah
-          Kendaraan
-          Gedung
-          Peralatan
-          Mesin, dll
Aktiva Tetap Berwujud terbagi menjadi 3, yaitu:
1.      Aktiva yang tidak terbatas usia
2.      Aktiva yang terbatas usia namun dapat di gantikan dengan aktiva yang sejenis
3.      Aktiva yang terbatas usia namun tidak dapat di gantikan dengan aktiva yang sejenis

B.     Metode Depresiasi Aktiva Tetap Berwujud, antaralain:
1.      Metode berdasarkan Faktor Waktu
a.       Metode Garis Lurus
b.      Metode Beban Menurun

2.      Metode Berdasarkan Faktor Penggunaan
a.       Metode Jam Jasa
b.      Metode Jumlah Unit

3.      Metode Berdasarkan Kriteria Lainnya
a.       Metode Berdasarkan Jenis & Kelompok
b.      Metode Anuitas
c.       Sistem Persediaan

C.     Penyusutan Aktiva Tetap yang tidak dapat diperbaharui (Deplesi)
Penyusutan yang harta-hartanya berupa kekayaan alam. Contohnya : tambang, batubara, dll.

D.    Pemberhentian Aktiva Tetap
Aktiva Tetap bisa dihentikan dari pemakaian karena dijual, rusak, di tukar ataupun dijual.

Metode Pencatatan Persediaan dan Masalah Dasar Nilai Pencatatan - AKM (1B)

Posted by Unknown at 06:51 0 comments
Metode Pencatatan Persediaan dan
Masalah Dasar Nilai Pencatatan

·         Metode pencatatan terdapat dua jenis, yaitu:
1.      Metode fisik atau periodic (Phsyical Inventory Method)
Metode fisik artinya pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang tidak dilakukan secara kontinu, sehingga persediaan barang dagangan akhir dihitung secara fisik yang ada di gudang.

2.      Metode perpetual atau terus-menerus (Perpetual Inventory Method)
Metode ini berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang dilakukan secara berlanjut, maka bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan barang dagangan.

·         Masalah Dasar Penilaian Persediaan
Biaya barang yang akan dijual merupakan penjumlahan dari biaya barang yang ada di tangan pada awal periode.
Jenis Barang Fisik dalam Persediaan
-          Barang dalam perjalanan
Barang dagang yang dibei masih berada dalam perjalanan belum diterima pembeli pada akhir periode fiskal.
-          Barang Konsinyasi
Barang dagang yang dikirim ke pihak lain dan bertindak sebagai agen consignor dalam menjual barang konsinyasi
-          Perjanjian Penjualan Khusus
Perjanjian ini diibaratkan untuk mengidentifikasikan jenis masalah yang dapat ditemukan dalam praktek penjualan
Biaya-biaya yang Dimasukan Dalam Persediaan
1)      Biaya Produk
2)      Biaya Periode
3)      Biaya Manufaktur
4)      Variabel costing vs Absorption Costing (Variable Costing & Absorption Costing)
5)      Perlakuan atas diskon pembelian
Dasar Pemilihan Metode Persediaan
1)      Identifikasi khusus, digunakan dengan cara mengidentifikasi setiap barang yang dijual dan setiap barang dalam pos persediaan
2)      Biaya rata-rata, menghitung harga pos-pos yang terdapat dalam persediaan atas dasar biaya rata-rata barang yang sama dan yang tersedia selama satu periode
3)      First-In, First-Out (FIFO), mengasumsikan bahwa barang-barang digunakan (dikeluarkan) sesuai urutan pembeliannya

4)      Last-In, First-Out (LIFO), menandikan biaya dari barang-barang yang paling akhir dibeli terhadap pendapatan. Jika yang digunakan adalah persediaan periodik, maka akan diasumsikan bahwa biaya dari total kuantitas yang terjual atau dikeluarkan selama satu bulan berasal dari pembelian paing akhir

Wednesday, 19 November 2014

Wesel dan Promes - 1A

Posted by Unknown at 05:09 0 comments
Wesel dan Promes
1.      Pengakuan Piutang Wesel
Suatu pengakuan piutang wesel makin timbul karena adanya
1)      Bersamaan dengan transaksi penjualan kredit menjadi piutang wesel
2)      Pemberian pinjaman uang menjadi piutang wesel
3)      Karena adanya perubahan dari piutang dagang menjadi piutang wesel
Piutang merupakan perubahan dari piutang dagang karena adanya debitur ingin memperpanjang jangka waktu pelunasaan dan perusahaan memandang bahwa debitur beresiko tinggi.
2.      Penerimaan dan penyelesaian Piutang Wesel atau Penilaian piutang dan Pelunasan Piutang Wesel
Piutang wesel harus dilaporkan menurut nilai kas yang bisa direalisasikan. Jumlah piutang wesel yang tidak akan dapat diterima pelunasannya dapat ditaksir dengan menggunakan metode presentase dari penjualan maupun dengan metode umur panjang.

3.      Pelimpahan/Pengalihan/Pendiskontoan Piutang Wesel
Suatu wesel mungkin akan disimpan perusahaan sambil menunggu hari jatuhnya, dan pada saat trsebut nanti perusahaan akan menerima pembayaran dari pihak tertarik sebesar nilai nominal wesel ditambah bunga dan selanjutnya perusahaan akan mengakhiri piuutang wesel yang bersangkutan. Terkadang tidak semua piutang wesel diterima pembayarannya dan terkadang pihak pemegang wesel tidak selalu menunggu hingga hari jatuh wesel.

Pencatatan Wesel
a.       Pada saat penarikan wesel, dicatat dalam rekening Wesel Tagih/Piutang Wesel
b.      Pada saat dijual/didiskontokan, dicatat di sisi kredit rekening wesel tagih/wesel tagih didiskontokan.
c.       Pada saat jatuh tempo
d.      Perhitungkan Bunga/Diskonto (M x P x P)

Perbedaan Promes dan Wesel
-          Promes surat tertulis kepada kreditur kepada debitur
-          Surat perintah tertulis

Persamaan Promes dan Wesel
1.      Surat berharga janji tertulis yang menanggani piutang wesel 
2.      Terdapat nama, tempat, tanggal penarikan, dan nominal yang bersangkutan  
3.      Pada umumnya peraturan yang berlaku sama 

Laporan Laba Rugi , Neraca dan Laporan Arus Kas - 1B

Posted by Unknown at 05:05 0 comments
Laporan Laba Rugi  , Neraca dan Laporan Arus Kas
A.    Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsure-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atu rugi bersih.

Laba rugi mempunyai 2 unsur:
1.      Pendapatan yaitu suatu keuntungat berkat hasil penjualan itu sendiri
2.      Beban yaitu pengeluaran yang sudah harus dibayarkan secara rutin

Elemen laporan laba rugi perusahaan
1.      Pendapatan (Revenue) yaitu suatu keuntungat berkat hasil penjualan itu sendiri
2.      Beban (Expense) yaitu pengeluaran yang sudah harus dibayarkan secara rutin
3.      Laba (Profit) keuntungan yang lebih besar dibandingkan perolehan beban-beban
4.      Rugi (Loss) beban-beban yang lebih besar dibandingkan perolehan pendapatan

B.     Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan sebab-sebab adanya perubahan modal, dari modal awal sampai dengan modal akhir periode.

C.     Pengertian Neraca
Neraca atau laporan posisi keungan adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsure, yaitu asset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaa akuntansi sbb:
·         Asset = liabilitas + ekuitas
Neraca terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
a.       Aset
-          Aktiva Lancar : Memiliki masa kurang dari 1 tahun
-          Aktiva Tetap : Memiliki masa lebih dari 1 tahun

b.      Kewajiban
-          Kewajiban Jangka Pendek : Memiliki masa kurang dari 1 tahun
-          Kewajiban Jangka Panjang : Memiliki masa lebih dari 1 tahun

c.       Ekuitas
-          Prive : Keperluan pribadi
-          Laba Ditahan : Keuntungan yang belum bisa dicairkan

D.    Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menujukan aliran masuk dan keluar.
Dalam bentuk laporan arus kas terdiri atas 3 bagian yaitu:

1.      Kas dari aktivitas operasi yaitu hal yang berkaitan dari tambahan modal
2.      Kas dari aktivitas Investasi yaitu hal yang berkaitan atas perolehan aktiva tetap
3.      Kas dari aktivitas Pendanaan yaitu terjadi atas penerimaan yang mempengaruhi pengeluaran kas
 

my room Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting