Monday, 30 March 2015

E-Marketing (Softskils) Tugas 2

Posted by Unknown at 22:14 0 comments
E-MARKETING

Beberapa tahun belakangan ini kemajuan di bidang internet sangat pesat. Para pebisnis juga ikut andil dalam memasarkan productnya melalui internet. Indonesia sudah mampu merambah internet marketing dunia yang tentu saja berdampak baik dalam segala bidang terutama industry. Dengan Internet Marketing yang semakin meningkat, angka penjualan produk Indonesia di segala industry dapat meningkat pesat seiring dengan internet marketing yang semakin ramai.
Lebih jelasnya lagi Email marketing yaitu cara pemasaran yang sering dilakukan oleh para pebisnis online dengan memanfaatkan media email (surat elektronik). Email marketing ini dikirimkan kepada calon pelanggan yang belum pernah membeli produk, dan juga kepada pelanggan yang sudah menjadi pelanggan. Selain mengirimkan email penawaran produk ke calon pembeli, media email juga sering digunakan sebagai media untuk menjalin hubungan baik dengan para subscriber melalui email news letter.
Dengan email marketing, seorang pengusaha dapat selalu terhubung dengan pelanggan ataupun calon pelanggan mereka secara terus menerus. Selain untuk menawarkan produk, email marketing juga dapat membuat hubungan antara pebisnis dengan para pelanggan mereka tetap terjaga dengan baik dalam jangka panjang.

Perbedaan antara e-Business, e-Commerce and e-Marketing
e-Business adalah kesatuan yang sangat luas melibatkan suatu sistem kompleks yang memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan atau membantu aktivitas bisnis tertentu. e-Commerce paling tepat di definisikan dalam konteks transaksi. Sebagai contoh transaksi elektronik dari uang, informasi atau hiburan masuk dalam kategori e-Commerce. Secara teknis, e-Commerce adalah bagian dari e-Business. Seperti sudah di jelaskan di atas, e-Marketing adalah bagian dari e-Business yang melibatkan medium elektronik untuk mencapai tujuan Marketing. e-Marketing berada pada level stratejik sebagai pelengkap dari marketing dan strategi bisnis tradisional. Selain itu masih ada satu istilah lagi yaitu interactive-Marketing, dan secara umum dapat diartikan sebagai bagian dari e-Marketing yang melibatkan suatu level interaksi.
E-Marketing tidak tergantung tempat dan waktu, fungsi front office yang melayani kedatangan konsumen pada pemasaran tradisional yang selama ini digunakan digantikan oleh situs web. Dalam pemasaran tradisional, tempat dan waktu sangat dibutuhkan untuk mendisplay produk, pemanfaatan space untuk promosi dan publikasi atau sosialisasi produk atau jasa terbaru, dibutuhkan sejumlah sumber daya manusia untuk pelayanan tatap muka, berkomunikasi dan bertukar informasi secara langsung dengan konsumen, pembayaran, pengaduan. Dalam web site, kebutuhan untuk aktifitas tersebut dapat dipenuhi tanpa harus menyediakan tempat secara fisik dan tanpa ada batasan waktu dalam hari dan jam sepanjang tahun, semua bauran pemasaran dideskripsi secara digital.

Type Email Marketing terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.      Direct Email
Direct email adalah pesan yang Anda kirim ke list email pelanggan dimana email tersebut adalah berisi pesan penawaran atau promosi. Direct email bisa dalam bentuk teks saja atau bisa juga dalam bentuk HTML yang berisi pesan dalam bentuk multimedia yang menarik.

2.      Retention Email
Retention email adalah email yang kita kirimkan kepada pelanggan lama agar tetap terhubung dengan bisnis kita, ini sangat krusial bagi semua jenis bisnis. Isi pesan retention email biasanya bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara pengusaha dan para pelanggan mereka, ini adalah salah satu cara berbeda untuk menawarkan produk kita ke pelanggan. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memasarkan produk atau jasa baru kepada para pelanggan dengan pendekatan yang unik.
3.      Beriklan di Email Orang Lain
Ini adalah salah satu bentuk marketing yang sangat efektif dalam pemasaran secara online. Bagi kita yang belum memiliki banyak email list dan subscriber, kita bisa memanfaatkan email list dari publisher lain dengan membayarkan sejumlah uang kepada mereka agar mau mengirimkan email kepada list mereka dimana di dalam email tersebut terdapat pesan promosi bisnis kita.
Dalam pembuatan E-marketing juga tidak asal saja, harus terdapat beberapa unsur-unsur di dalamnya, yaitu:
1)      Siapkan autoresponder
Autoresponder adalah sebuah aplikasi yang akan mengelola kegiatan email marketing yang Anda lakukan. Autoresponder akan mengurus semuanya, mulai dari menyediakan formulir pendaftaran prospek, mengirim pesan ke prospek, mengelola daftar prospek dan banyak lagi. Autoresponder ada yang gratis dan ada yang berbayar.

2)      Siapkan halaman landing page
Halaman landing page adalah halaman tempat Anda meletakkan formulir pendaftaran autoresponder Anda. Jadi, orang-orang yang mau mendaftar ke dalam list Anda terlebih dahulu harus mengunjungi halaman landing page tadi. Contoh halaman landing page misalnya seperti halaman yang tadi Anda buka saat membaca tentang studi kasus email marketing.

3)      Siapkan pula hadiah menarik agar orang-orang tertarik mendaftar ke dalam list Anda
Hadiah nya bisa berupa ebook, video tutorial, buku, voucher diskon, penawaran menarik, dan lain sebagainya.

4)      Jika ketiga hal dari nomor 1 -3 sudah siap maka segeralah mulai email marketing Anda. Dapatkan prospek sebanyak  dan seefektif mungkin.

5)      Jika sudah dapat banyak orang yang bergabung dalam list Anda, maka kirimi orang-orang tersebut dengan berbagai konten (informasi) yang bermanfaat. Ingat harus bermanfaat. Konten yang berisi promosi hanya perlu Anda kirimkan sesekali saja. Utamakan melakukan strategi soft selling.

Adapun kekurangan serta kelebihan Enternet Marketing (E-Marketing)
Kekurangan:
  • Ketergantungan pada teknologi
  • Isu keamanan dan privasi
  • Adanya biaya pemeliharaan karena teknologi yang terus berkembang
  • Akses teknologi yang belum merata terutama di Indonesia
  • Transparansi harga sehingga mengakibatkan meningkatnya kompetisi harga
  • Kompetisi global
Kelebihan:
·         Mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing.
·         Target adalah konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan
·          Transaksi binis secara elektronik dan dengan biaya yang rendah.
E-mail dan data files dapat dipindahkan kepada konsumen yang terpilih atau semua konsumen dalam hitungan detik
·         Proses penjualan langsung dari produsen ke pengguna tanpa harus melewati jalur distribusi klasik.
·          Dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat.
·         Dapat melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, langkah-langkahnya dan hasil yang didapat.
·         Dapat mengawasi pesaing
·         Menciptakan dialog antara perusahaan dengan konsumen
·         Dapat mendistribusikan program dan informasi tentang produk melalui E-mail atau file transfer.

Sumber:




E-Commerce (Softskils) Tugas 1

Posted by Unknown at 21:20 0 comments
E-COMMERCE

E-Commerce adalah sebuah terobosan bisnis baru di bidang elektronik. Karena dunia semakin berkembang maka banyak pembisnis atau seorang wirausahawan yang menggunakan e-commerce sebagai bahan penambah hasil bagi mereka. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.


e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu
·         Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

·         Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

·         Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.

Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau:
·         Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.

·         Integrity

Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement. Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.

·         Availability
Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya.
Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).

·         Non-repudiation
Non-repudiation merupakan aspek yang sangat penting dalam transaksi elektronik. Aspek ini seringkali dilupakan. Aspek non-repudiation menjamin bahwa pelaku transaksi tidak dapat mengelak atau menyangkal telah melakukan transaksi.
Dalam sistem transaksi konvensional, aspek non-repudiation ini diimplementasikan dengan menggunakan tanda tangan. Dalam transaksi elektronik, aspek non-repudiation dijamin dengan penggunaan tanda tangan digital (digital signature), penyediaan audit trail (log), dan pembuatan sistem dapat diperiksa dengan mudah (auditable). Implementasi mengenai hal ini sudah tersedia, hanya perlu diaktifkan dan diakui saja. Dalam rancangan Cyberlaw Indonesia – yang dikenal dengan nama RUU Informasi dan Transaksi Elektronik – tanda tangan digital diakui sama sahnya dengan tanda tangan konvensional.

·         Standar Pengamanan
Dalam upaya untuk memenuhi aspek-aspek tersebut di atas, sistem perlu dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan standar yang berlaku. Ada beberapa standar yang dapat diikuti, mulai dari standar yang sifatnya formal (seperti ISO 17799) sampai ke standar yang sifatnya lebih praktis dan operasional (yang sering disebut best practice).

·         Evaluasi Secara Berkala
Untuk membuktikan aspek-aspek tersebut sistem informasi perlu diuji secara berkala. Pengujian atau evaluasi ini sering disebut dengan istilah audit, akan tetapi bukan audit keuangan. Untuk menghindari kerancuan ini biasanya sering digunakan istilah assesement.
Evaluasi secara berkala bisa dilakukan dalam level yang berbeda, yaitu dari level management (non-teknis) dan level teknis. Masing-masing level ini dapat dilakukan dengan menggunakan metodologi yang sudah baku. Evaluasi untuk lebel non-teknis biasanya dilakukan dengan menggunakan metoda evaluasi dokumen. Metoda ini yang banyak dilakukan oleh auditor Indonesia. Namun, metoda ini belum cukup. Dia harus dilengkapi dengan evaluasi yang levelnya teknis sebab seringkali kecukupan dokumen belum dapat memberikan perlindungan. Sebagai contoh, seringkali auditor hanya mencatat bahwa sistem memiliki firewall sebagai pelindung jaringan. Akan tetapi jarang yang melakukan evaluasi teknis sampai menguji konfigurasi dan kemampuan firewall tersebut.




Keuntungan dan kerugian dari E-Commerce 
   Dalam menggunakan E-Commerce tersebut tenyata ada keuntungan dan kerugian bagi para pebisnis dan juga para konsumen. Keuntungan dan kekurangan dari E-Commerce dirangkum menjadi dua bagian,yang diantaranya ialah perusahaan dan konsumen. Adapun keuntungan E-Commerce pada perusahaan adalah

  1.  Memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan pemasaran barang dan jasa secara global.
  2. Mengurangi penggunaan kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
  3.  Mengurangi keterlambatan waktu dalam pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi yang dihubungkan secara online.
  4. Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan jasa yang sangat spesifik tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, dikarenakan keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.
  5. Mengurangi waktu dan biaya promosi dari barang dan jasa yang dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.

 Ada beberapa faktor pendorong yang muncul dan berkembangnya keamanan E-Commerce, yang diantaranya ialah:
 • Kemajuan infrasutruktur sistem komunikasi yang lebih baik.
• Meledaknya sistem perdagangan global sehingga lambat laun banyak yang menggunakannya.
• Sistem perdagangan real time yang tidak pernah berhenti.
• Meningkatkan rasa pengertian atau penghargaan terhadap segala resiko yang mungkin terjadi.
• Tersedianya teknologis sistem keamanan (security) yang lebih baik.
 • Sistem keamanan sebagai aset yang berharga.



Definisi E-commerce menurut beberapa ahli
-       Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commercemerupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

-       Website Planetweb E-commerce Solutions, e-commercememiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.

-       Website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.

-       Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) : e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.




Sumber :





Wednesday, 21 January 2015

PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI PENYAJIAN DAN ANALISIS 1.a

Posted by Unknown at 08:18 0 comments
PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI
PENYAJIAN DAN ANALISIS


            Umumnya perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar menilai aktiva tetap berwujud, alasan lain digunakannya biaya historis adalah: 

·         Pada tanggal akuisisi, biaya merefleksikan nilai wajar 
·         Biaya historis melibatkan biaya aktual bukan transaksi hipotesis sehingga ini hal penting yang diandalkan
·         Keuntungan serta kerugian sebaiknya diantisipasi, tetapi harus diakui ketika aktiva dijual

Perolehan aktiva tetap:
1.      Pembelian Tunai (terpisah dan gabungan)
2.      Penerbitan surat berharga
3.      Pertukaran
4.      Membangun sendiri
5.      Perjanjian sewa guna usaha
6.      Ditukar dengan aktiva lain / non moneter
a.       Ditukar dengan aktiva tidak sejenis
b.      Ditukar dengan aktiva sejenis
c.       Pembelian angsuran
d.      Hadiah / donasi 

Biaya-biaya yang digunakan selama penggunaan aktiva tetap, antaralain: 

1.      Reparasi dan Pemeliharaan 

Terdapat 2 perlakuan untuk mencatat biaya reparasi, yakni:


Menambah harga perolehan aktiva tetap, jika biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva tetap dan tidak menambah umum 
Mengurangi akumulasi depresiasi, jika biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya

2.      Penggantian
            Penggantian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. Apabila penggantian tersebut memakan biaya yang cukup besar dan digantikan dengan harga perolehan baru, dan begitu pulan dengan akumulasi depresiasi.
            Aktiva tetap dicatat sebesar harga perolehan, harga perolehan adalah semua pengeluaran yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tetap sampai aktiva tersebut siap digunakan.
Harga perolehan, terdiri dari:
a.       Harga beli
b.      Biaya survei
c.       Biaya asuransi dalam perjalanan
d.      Biaya broker
e.       Biaya pemasangan
f.       Biaya uji coba, dll

            Penggunaan aktiva tetap tidak lepas dari pengertian penyusutan, penyusutan yaitu proses alokasi harga perolehan menjadi beban selama usia ekonomis aktiva tetap secara rasional dan sistematis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan, antaralain:
1.      Harga perolehan
2.      Umur ekonomis
3.      Nilai sisa 


PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI PENYAJIAN DAN ANALISIS 1.a (kel.)

Posted by Unknown at 08:16 0 comments
PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI
PENYAJIAN DAN ANALISIS


            Umumnya perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar menilai aktiva tetap berwujud, alasan lain digunakannya biaya historis adalah: 

·         Pada tanggal akuisisi, biaya merefleksikan nilai wajar 
·         Biaya historis melibatkan biaya aktual bukan transaksi hipotesis sehingga ini hal penting yang diandalkan
·         Keuntungan serta kerugian sebaiknya diantisipasi, tetapi harus diakui ketika aktiva dijual

Perolehan aktiva tetap:
1.      Pembelian Tunai (terpisah dan gabungan)
2.      Penerbitan surat berharga
3.      Pertukaran
4.      Membangun sendiri
5.      Perjanjian sewa guna usaha
6.      Ditukar dengan aktiva lain / non moneter
a.       Ditukar dengan aktiva tidak sejenis
b.      Ditukar dengan aktiva sejenis
c.       Pembelian angsuran
d.      Hadiah / donasi 

Biaya-biaya yang digunakan selama penggunaan aktiva tetap, antaralain: 

1.      Reparasi dan Pemeliharaan 

Terdapat 2 perlakuan untuk mencatat biaya reparasi, yakni:


Menambah harga perolehan aktiva tetap, jika biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva tetap dan tidak menambah umum 
Mengurangi akumulasi depresiasi, jika biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya

2.      Penggantian
            Penggantian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. Apabila penggantian tersebut memakan biaya yang cukup besar dan digantikan dengan harga perolehan baru, dan begitu pulan dengan akumulasi depresiasi.
            Aktiva tetap dicatat sebesar harga perolehan, harga perolehan adalah semua pengeluaran yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tetap sampai aktiva tersebut siap digunakan.
Harga perolehan, terdiri dari:
a.       Harga beli
b.      Biaya survei
c.       Biaya asuransi dalam perjalanan
d.      Biaya broker
e.       Biaya pemasangan
f.       Biaya uji coba, dll

            Penggunaan aktiva tetap tidak lepas dari pengertian penyusutan, penyusutan yaitu proses alokasi harga perolehan menjadi beban selama usia ekonomis aktiva tetap secara rasional dan sistematis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan, antaralain:
1.      Harga perolehan
2.      Umur ekonomis
3.      Nilai sisa 


PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI PENYAJIAN DAN ANALISIS 1.a (kel.9)

Posted by Unknown at 08:12 0 comments
PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI
PENYAJIAN DAN ANALISIS


            Umumnya perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar menilai aktiva tetap berwujud, alasan lain digunakannya biaya historis adalah: 

·         Pada tanggal akuisisi, biaya merefleksikan nilai wajar 
·         Biaya historis melibatkan biaya aktual bukan transaksi hipotesis sehingga ini hal penting yang diandalkan
·         Keuntungan serta kerugian sebaiknya diantisipasi, tetapi harus diakui ketika aktiva dijual

Perolehan aktiva tetap:
1.      Pembelian Tunai (terpisah dan gabungan)
2.      Penerbitan surat berharga
3.      Pertukaran
4.      Membangun sendiri
5.      Perjanjian sewa guna usaha
6.      Ditukar dengan aktiva lain / non moneter
a.       Ditukar dengan aktiva tidak sejenis
b.      Ditukar dengan aktiva sejenis
c.       Pembelian angsuran
d.      Hadiah / donasi 

Biaya-biaya yang digunakan selama penggunaan aktiva tetap, antaralain: 

1.      Reparasi dan Pemeliharaan 

Terdapat 2 perlakuan untuk mencatat biaya reparasi, yakni:


Menambah harga perolehan aktiva tetap, jika biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva tetap dan tidak menambah umum 
Mengurangi akumulasi depresiasi, jika biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya

2.      Penggantian
            Penggantian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. Apabila penggantian tersebut memakan biaya yang cukup besar dan digantikan dengan harga perolehan baru, dan begitu pulan dengan akumulasi depresiasi.
            Aktiva tetap dicatat sebesar harga perolehan, harga perolehan adalah semua pengeluaran yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tetap sampai aktiva tersebut siap digunakan.
Harga perolehan, terdiri dari:
a.       Harga beli
b.      Biaya survei
c.       Biaya asuransi dalam perjalanan
d.      Biaya broker
e.       Biaya pemasangan
f.       Biaya uji coba, dll

            Penggunaan aktiva tetap tidak lepas dari pengertian penyusutan, penyusutan yaitu proses alokasi harga perolehan menjadi beban selama usia ekonomis aktiva tetap secara rasional dan sistematis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan, antaralain:
1.      Harga perolehan
2.      Umur ekonomis
3.      Nilai sisa 


AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI DAN PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1A (kel. 10)

Posted by Unknown at 07:21 0 comments
AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI DAN PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP

1.      Aktiva Tetap Tidak Dapat Diperbaharui
Aktiva tetap tidak dapat diperbaharui dalah penyusutan atas harta-harta berupa kekayaan alam, seperti tambang batu bara, tambang timah. Penyusutan biasanya dilakukan berdasarkan berupa perkiraan kapasitas produk tambang dibandingkan dengan jumlah perkiraan kandungan barang tambang tersebut.

2.      Pemberhentian Aktiva Tetap
Pemberhentian aktiva tetap terjadi pada saat aktiva tetap belum habis masa manfaatnya maupun pada saat masa manfaatnya tersebut telah habis. Bila aktiva tetap dihentikan sbelum masa manfaatnya habis baru selesai, maka akan timbul adanya laba atau rugi akibat penghentian tetap tersebut.

Pertukaran Aktiva Tetap
a.       Pertukaran Aktiva Tetap Sejenis
Pertukaran ini dilkukan antara aktiva tetap yang sejenis saja dan berfungsi sama. Pertukaran aktiva tetap sejenis bila terjadi laba karena pertukaran ini, maka tidak akan diakui. Namun bila yang terjadi adalah rugi maka harus diakui.

b.      Pertukaran Aktiva Tetap Tidak Sejenis
Pertukaran ini merupakan pertukaran aktiva tetap yang secara fungsi berbeda. Dalam pertukaran tidak sejenis, bila terjadi laba pertukaran dan rugi pertukaran akan diakui dan dicatat dalam akuntansi.

Penjurnalan Penjualan Aktiva Tetap
Penjualan aktiva tetap dapat menimbulkan keuntungan jika dijual di atas nilai sisanya, atau menimbulkan kerugian jika dijual di bawah nilai sisanya. Jika hasil dari penjualan aktiva tetap adalah dalam bentuk kas atau piutang (Aktiva Moneter), maka pencatatan transaksi tersebut harus mengikuti urutan yang telah diaturkan.
Konversi Terpaksa
Ada kalanya penghentian penggunaan aktiva tetap terjadi karena kerusakan berat akibat peristiwa-peristiwa seperti kebakaran, gempa bumi dsb. Penghentian pemakaian yang disebabkan oleh jenis-jenis kejadian yang tidak dapat dikendalikanseperti ini digolongkan sebagai konversi terpaksa.
Pertukaran dengan Aktiva Nonmoneter Lainnya
Jika aktiva tetap diperoleh dari hasil pertukaran dengan aktiva nonmoneter lain, maka aktiva baru yang diperoleh tersebut umumnya dicatat sebesar nilai pasar wajarya atau nilai pasar wajar aktiva moneter yang diserahkan, mana yang lebih pasti.
Dalam perukaran aktiva tetap yang harus diperhatikan:
1.      Apakah aktiva yang di pertukarkan serupa sifatnya
2.      Apakah pihak-pihak yang terlibat didalam pertukaran berada dalam posisi sama, yakni sama-sama dealer aktiva itu atau bukan

Pertukaran Aktiva Tetap
Banyak pembelian aktiva yang dilakukan dengan cara tukar-menukar, dimana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru, baik seluruhnya atau sebagian dan kekurangannya dibayar tunai

Pembuangan Aktiva Tetap
Apabila aktiva tetap tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki nilai jual, maka aktiva tersebut dapat dibuang.


“METODE PERSEDIAAN ECERAN, PENYAJIAN DAN ANALISIS” AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1B

Posted by Unknown at 07:19 0 comments
“METODE PERSEDIAAN ECERAN, PENYAJIAN DAN ANALISIS”

Persediaan barang dagangan merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam kegiatan operasional normal perusahaan.
METODE PERSEDIAAN ECERAN (Retail Inventory Method)
Perhitungan nilai harga pokok persediaan pada akhir suatu periode akuntansi dengan menggunakan metode eceran berdasarkan pada hubungan harga pokok penjualan barang dagangan baik secara tunai maupun kredit.
Prosedur Penentuan Nilai Persediaan
Metode harga jual eceran, pembukaan yang berhubungan dengan barang dagangan diselenggarakan dan dinyatakan dalam dua macam harga, yaitu Harga Pokok dan Harga Jual Eceran.
Tahap-tahap metode harga jual eceran:
1.      Penentuan besarnya barang tersedia untuk dijual dengan harga pokok dan harga jual eceran
2.      Penentuan Cost Ratio
3.      Penentuan besarnya Penjualan Bersih
4.      Penentuan nilai persediaan akhir menurut harga jual eceran
5.      Peentuan taksiran harga pokok persediaan akhir
Akuntansi Terhadap Metode Harga Jual Eceran
Pada dasarnya pencatatan data persediaan pada metode harga jual eceran menggunakan system fisik. Pencatatan persediaan yang diselenggarakan harus mampu menyediakan informasi sbb:
1.      Persediaan awal (jika ada) baik menurut harga pokok maupun harga jual eceran
2.      Pembelian untuk periode ybs, masing-masing berdasar harga pokok dan harga jual eceran
3.      Penyesuaian atau perubahan harga jual yang terjadi dalam periode yang bersangkutan
4.      Informasi hasil penjualan
Penyajian dan Analis
-          Penyajian Persediaan
Standart akuntansi mengharuskan persediaan, pembiayaannya dan metode kalkulasi biayanya diungkapkan di laporan keuangan. Dasar penilaian seperti FIFO, LIFO, Rata-rata, dll yang dipakai perhitungan juga harus dilaporkan. Jika metode diubah, maka perubhannya juga harus dilaporkan.

-          Analisis Persediaan

Rasio-rasio digunakan oleh manajemen untuk menganalisis persediaan. Umumnya yang digunakan adalah Rasio Perputaran Persediaan dan jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan.
 

my room Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting