Wednesday, 6 May 2015

Bussines Dan Marketing Plan

Posted by Unknown at 10:41 0 comments
  • Pengertian Business Plan.
Business Plan Adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan secara sistematis suatu bisnis/usaha yang diusulkan.Fungsi :1. kegiatan penelitian (bisnis) yang akan dilaksanakan /sedang berjalan tetap pada jalur yang direncanakan.2. pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan.3. alat untuk mencari dana dari pihak ketiga (investor, lembaga keuangan dll).
  • Kerangka Rencana Usaha
Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu :1. Nama perusahaan2. Lokasi :   a. Lokasi perusahaan   b. Lokasi pertokoan   c. Lokasi perusahaan   d. Lokasi perkantoran   e. Lokasi pabrik3. Komoditi yang diusahakan4. Konsumen yang dituju5. Pasar yang akan dimasuki6. Partner yang akan diajak kerjasama7. Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan10. Penyebaran informasi/promosi
  • Bentuk formal Bisnis Plan
Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)1. Halaman depan2. Daftar isi3. Rangkuman eksekutif4. Penjelasan tentang perusahaan5. Pemasaran6. Barang dan jasa yang dihasilkan7. Usaha meningkatkan penjualan8. Permodalan9. Apendix
  •  Ruang Lingkup Marketing Plan
Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya.      

  • Tiga Komponen Marketing Concept
Sasaran utama Marketing Concept ialah Kepuasan konsumen. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada tiga komponen penting yaitu customer needs and wants, organizationally integrated marketing strategy and goals (Bygrave 1994: 68). Inti dari marketing concept ini ialah bukan membuat konsumen mengikuti keinginan produsen, tapi sebaliknya mengharuskan produsen memahami dan berusaha mengikuti selera konsumen.  
  • Marketing Mix
Pengertian Marketing Mix menurut pakar marketing dunia yaitu Kotler dan Amstrong pada tahun 1997 berbunyi :a. “ Marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it wants in the target market”b. Bahasa indonesianya kurang lebih : " Marketing Mix adalah sekumpulan variable - variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target pemasaran"c. Marketing Mix sendiri didalamnya terdapat beberapa elemen marketing kalau jaman dahulu dikenal dengan unsur 4P , namun seiring berkembangnya jaman makin modern kini ada yang mengatakan marketing mix ada 7P artinya ada penambahan Tiga strategi lagi. bukan perkara salah atau benar dari kedua pendapat di atas tapi yang namanya strategi menurut saya kita bebas menambahkan selama apa yang ditambahkan bisa menjadikan strategi pemasaran yang kita lakukan semakin hebat.
  • Siklus Kehidupan Produk dan Strategi Pemasarannya.
Kurva penjualan untuk masing-masing produk akan bervariasi tergantung tahapan yang dicapai dalam siklus kehidupannya. Bila Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan, maka manajernya harus dapat menentukan dimana posisi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) produknya. Identifikasi tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. Tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya dalam market volume, rate of change of market volume. Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu :

1)      Tahap Pengenalan – IntroductionStrategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan produk secara meluas dan mendorong konsumen untuk mencoba. Atau dengan kata lain adalah menciptakan primary demand (permintaan untuk produk baru). Untuk kepentingan ini produk biasanya didesain dengan model yang terbatas guna menghindari terjadinya kebingungan pada calon pembeli dan memudahkan mereka mengenal ciri produk dengan cepat. Strategi yang umum pada tahap ini adalah mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. Strategi ini ada empat bentuk, yaitu :Rapid Skimming StrategyStrategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju penerobosan pasar. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum mengetahui keberadaan produk, konsumen bersedia membayar pada harga berapa pun, dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin membangun preferensi pada mereknya.Slow Skimming StrategyStrategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas, sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen mau membeli dengan harga tinggi, dan pesaing potensial belum muncul.Rapid Penetration StrategyStrategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, konsumen belum mengetahui keberadaan produk, konsumen sangat peka terhadap harga, dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar.Slow Penetration StrategyStrategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas, konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen peka terhadap harga, dan persaingan potensial sangat rendah.Contoh produk yang ada pada tahap ini untuk barang elektronik misalnya iPad.
2)      Tahap Pertumbuhan – GrowthBila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik, maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.
a)      Rapid GrowthTahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru.
b)      Slow GrowthPada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya di pasar. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. Contoh produk elektronik yang ada pada tahap ini adalah laptop dimana pasar laptop saat ini sedang tumbuh pesat.
3)      Tahap Kedewasaan – MaturityTahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan yaitu :
a)      defensive strategyStrategi ini bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk.
b)      offensive strategyStrategi ini lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar, yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user), mengintensifkan penawaran produk kepada non-user, dan merebut konsumen pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching). Contoh produk elektronik yang ada pada tahap ini adalah handphone. Penjualan handphone saat ini mencapai posisi tertinggi dan mulai tergerus oleh teknologi yang lain.
4)      Tahap Penurunan – DeclinePenjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. Alternatif-alternatif tersebut di antaranya adalah :
1.  Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.
2.  Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk.
3.  Mencari pasar baru.
4.  Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian industri dapat diatasi.
5.  Mengurangi investasi perusahaan secara selektif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan, tetapi menambah investasi untuk kelompok kecil konsumen yang masih setia dan menguntungkan.6.  Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai dengan cepat.
7.  Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.
 
  • Menyusun marketing plan
1. Buat Executive Summary
Untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang bekerja sama dengan Anda mengerti tentang perusahaan Anda, padamarketing plan, Anda harus menjelaskan garis besar mengenai seluk beluk perusahaan yang Anda jalankan. 2. Tentukan Target CustomerAgar perusahaan Anda dapat memasarkan produk ataupun jasa yang ditawarkan kepada pelanggan dengan baik dan tepat sasran, Anda harus menentukan target pada marketing plan yang Anda susun. Semakin spesifik, maka semakin mudah juga untuk menarik perhatian target customerAnda. Anda juga dapat melakukan penelitian kecil seputarcustomer behavior yang tentunya akan berguna untuk menjalankan kegiatan marketing Anda. 3. Jelaskan Unique Selling Preposition (USP)Paparkan secara seksama beberpa keunikan pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Dengan USP yang produk maupun jasa yang diuraikan dalam marketing plan, Anda telah menyediakan pembanding produk dan jasa dari perusahaan Anda dengan kompetitor.

4. Tetapkan Strategi Harga dan PositioningDengan USP dan target market yang telah Anda tentukan, Anda dapat menentukan ‘positioning’ yang tepat untuk produk maupun jasa yang Anda tawarkan dalam marketing plan Anda. Anda juga dapat menentukan range harga yang tepat untuk produk dan jasa yang Anda miliki sehingga dapat memberi image yang tepat untuk brand Anda. 5. Rencanakan Kegiatan Distribusi yang JelasSesudah menentukan harga dan positioning serta perilaku konsumen pada tahap penentuan target customer, Anda dapat merencanakan kegiatan distribusi untuk menjual produk dan jasa Anda. Anda bisa memilih media berjualan ataupun kegiatan penjualan yang cocok untuk diterapkan pada produk dan jasa yang ditawarkan. Ini merupakan salah satu bagian dari marketing plan yang tidak boleh terlupakan 6.   Tawarkan Apa yang Dapat Anda Berikan Selain USP pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan, Anda juga bisa memberikan penawaran lainnya kepada targetcustomer maupun pelanggan lama Anda seperti voucherbelanja, free trial, maupun paket dengan harga khusus. Dengan penawaran yang tercantum pada marketing plan Anda, Anda dapat merencanakan kapan penawaran tersebut dilakukan.7.   Buat Daftar Keperluan MarketingDemi mengggapai angka penjualan yang tinggi, Anda harus memikirkan hal-hal apa saja yang akan dibutuhkan oleh tim pemasaran ketika menyusun marketing plan untuk memasarkan produk maupun jasa yang Anda miliki.  Hal-hal yang umumnya dapat dijadikan untuk melakukan kegiatanmarketing adalah website, brosur dan juga kartu nama.8.   Susun Strategi PromosiAgar kegiatan Marketing yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar, ada baiknya jika Anda segera menyusun strategi yang sesuai dengan bidang perusahaan Anda dalammarketing plan yang akan Anda susun. Anda dapat membuat iklan di televisi, press release di berbagai media baik onlinemaupun tradisional, dan juga menyusun event yang diselenggarakan pada momen dan tempat yang sesuai dengan target customer.9.   Siapkan Strategi Online MarketingJangan melupakan kegiatan online marketing! Di era yang modern seperti ini, banyak sekali pengguna internet yang mencari informasi agar dapat memenuhi kebutuhannya. Anda dapat melakukan strategi-strategi seperti penggunaankeyword, optimalisasi search engine, memasang iklan berbayar di sejumlah situs dan juga melakukan kegiatan pemasaran melalui media sosial dan mencantumkannya secara detail dalam marketing plan.10.  Rancang Conversion StrategyIngin menambahkan angka penjualan? Anda dapat menggunakan conversion strategy dalam marketing plan Anda.Conversion strategy adalah suatu cara di mana Anda dapat mengubah calon konsumen yang potensial utnuk menggunakan produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Untuk melakukannya, Anda dapat mengubah kata-kata pada brosur atau website agar menjadi lebih persuasif. Selain itu Anda juga dapat memperkuat social proof dengan menambahkan testimonial pada website Anda.11.   Jalin KerjasamaAnda dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan lain utnuk mencapai kesuksesan bersama-sama. Bagaimana caranya? Anda dapat mencari tahu berbagai perusahaan yang memiliki produk maupun jasa yang bersifat komplementer dengan produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Berikan mereka alasan mengapa mereka harus berkerja sama dengan Anda. Buat rencana ini menjadi lebih detail ketika disisipkan dalammarketing plan yang akan Anda susun.12.Coba Refferal StrategyIngin agar brand Anda semakin dikenal? Pastikan Anda menjalankan referral strategy dengan baik sehingga setiapcustomer akan menceritakan kepuasannya pada saat menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Perjelas tahap-per-tahap prosesnya dalam marketing plan seperti  dengan memberikan hadiah atau penawaran khusus bagi para pelanggan yang terus memberikan pelanggan baru bagi Anda.13.   Rincian Strategi untuk Meningkatkan PenjualanUntuk meningkatkan angka penjualan, Anda harus menyiapkan strategi yang cocok untuk diaplikasikan pada usaha Anda dalam penyusunan marketing plan. Anda dapat membuat paket hemat jasa atau produk Anda, dan juga melakukan kampanye tersendiri untuk jasa dan produk yang Anda tawarkan.14.   Gunakan Retention StrategyUntuk mempertahankan pelanggan Anda, Anda dapat menggunakan retention strategy seperti mengirimkannewsletter setiap bulannya, atau memberikan berbagai hadiah untuk customer loyalty programme. Jangan lupa untuk mencantumkan secara detail dalam marketing plan sehingga semua kegiatan promosi berada dalam track yang jelas.15.   Perkirakan Rincian Rencana KeuanganPerincian rencana keuangan yang Anda buat pastinya tidak akan 100% tepat. Namun dengan membuat perkiraan ini dalammarketing plan, Anda dapat membayangkan secara garis besar rencana kegiatan yang akan Anda lakukan beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Sumber:http://lensbusiness.blogspot.com/2009/04/dasar-dasar-penyusunan-business-plan.htmlhttp://hidayatkaryadi.blogspot.com/2013/09/perencanaan-usaha-business-plan.htmlhttp://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2013/07/ruang-lingkup-rencana-pemasaran.htmlhttp://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2013/07/tiga-komponen-marketing-concept.htmlhttp://www.lebahmaster.com/tips-dan-trik/tips-marketing/pengertian-marketing-mixhttps:/nayaakyasazilvi.wordpress.com/2014/07/09/siklus-kehidupan-produk/http://blog.sribu.com/2014/05/16/marketing-plan-detail-dan-bagaimana-membuatnya/ 

Monday, 30 March 2015

E-Marketing (Softskils) Tugas 2

Posted by Unknown at 22:14 0 comments
E-MARKETING

Beberapa tahun belakangan ini kemajuan di bidang internet sangat pesat. Para pebisnis juga ikut andil dalam memasarkan productnya melalui internet. Indonesia sudah mampu merambah internet marketing dunia yang tentu saja berdampak baik dalam segala bidang terutama industry. Dengan Internet Marketing yang semakin meningkat, angka penjualan produk Indonesia di segala industry dapat meningkat pesat seiring dengan internet marketing yang semakin ramai.
Lebih jelasnya lagi Email marketing yaitu cara pemasaran yang sering dilakukan oleh para pebisnis online dengan memanfaatkan media email (surat elektronik). Email marketing ini dikirimkan kepada calon pelanggan yang belum pernah membeli produk, dan juga kepada pelanggan yang sudah menjadi pelanggan. Selain mengirimkan email penawaran produk ke calon pembeli, media email juga sering digunakan sebagai media untuk menjalin hubungan baik dengan para subscriber melalui email news letter.
Dengan email marketing, seorang pengusaha dapat selalu terhubung dengan pelanggan ataupun calon pelanggan mereka secara terus menerus. Selain untuk menawarkan produk, email marketing juga dapat membuat hubungan antara pebisnis dengan para pelanggan mereka tetap terjaga dengan baik dalam jangka panjang.

Perbedaan antara e-Business, e-Commerce and e-Marketing
e-Business adalah kesatuan yang sangat luas melibatkan suatu sistem kompleks yang memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan atau membantu aktivitas bisnis tertentu. e-Commerce paling tepat di definisikan dalam konteks transaksi. Sebagai contoh transaksi elektronik dari uang, informasi atau hiburan masuk dalam kategori e-Commerce. Secara teknis, e-Commerce adalah bagian dari e-Business. Seperti sudah di jelaskan di atas, e-Marketing adalah bagian dari e-Business yang melibatkan medium elektronik untuk mencapai tujuan Marketing. e-Marketing berada pada level stratejik sebagai pelengkap dari marketing dan strategi bisnis tradisional. Selain itu masih ada satu istilah lagi yaitu interactive-Marketing, dan secara umum dapat diartikan sebagai bagian dari e-Marketing yang melibatkan suatu level interaksi.
E-Marketing tidak tergantung tempat dan waktu, fungsi front office yang melayani kedatangan konsumen pada pemasaran tradisional yang selama ini digunakan digantikan oleh situs web. Dalam pemasaran tradisional, tempat dan waktu sangat dibutuhkan untuk mendisplay produk, pemanfaatan space untuk promosi dan publikasi atau sosialisasi produk atau jasa terbaru, dibutuhkan sejumlah sumber daya manusia untuk pelayanan tatap muka, berkomunikasi dan bertukar informasi secara langsung dengan konsumen, pembayaran, pengaduan. Dalam web site, kebutuhan untuk aktifitas tersebut dapat dipenuhi tanpa harus menyediakan tempat secara fisik dan tanpa ada batasan waktu dalam hari dan jam sepanjang tahun, semua bauran pemasaran dideskripsi secara digital.

Type Email Marketing terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.      Direct Email
Direct email adalah pesan yang Anda kirim ke list email pelanggan dimana email tersebut adalah berisi pesan penawaran atau promosi. Direct email bisa dalam bentuk teks saja atau bisa juga dalam bentuk HTML yang berisi pesan dalam bentuk multimedia yang menarik.

2.      Retention Email
Retention email adalah email yang kita kirimkan kepada pelanggan lama agar tetap terhubung dengan bisnis kita, ini sangat krusial bagi semua jenis bisnis. Isi pesan retention email biasanya bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara pengusaha dan para pelanggan mereka, ini adalah salah satu cara berbeda untuk menawarkan produk kita ke pelanggan. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memasarkan produk atau jasa baru kepada para pelanggan dengan pendekatan yang unik.
3.      Beriklan di Email Orang Lain
Ini adalah salah satu bentuk marketing yang sangat efektif dalam pemasaran secara online. Bagi kita yang belum memiliki banyak email list dan subscriber, kita bisa memanfaatkan email list dari publisher lain dengan membayarkan sejumlah uang kepada mereka agar mau mengirimkan email kepada list mereka dimana di dalam email tersebut terdapat pesan promosi bisnis kita.
Dalam pembuatan E-marketing juga tidak asal saja, harus terdapat beberapa unsur-unsur di dalamnya, yaitu:
1)      Siapkan autoresponder
Autoresponder adalah sebuah aplikasi yang akan mengelola kegiatan email marketing yang Anda lakukan. Autoresponder akan mengurus semuanya, mulai dari menyediakan formulir pendaftaran prospek, mengirim pesan ke prospek, mengelola daftar prospek dan banyak lagi. Autoresponder ada yang gratis dan ada yang berbayar.

2)      Siapkan halaman landing page
Halaman landing page adalah halaman tempat Anda meletakkan formulir pendaftaran autoresponder Anda. Jadi, orang-orang yang mau mendaftar ke dalam list Anda terlebih dahulu harus mengunjungi halaman landing page tadi. Contoh halaman landing page misalnya seperti halaman yang tadi Anda buka saat membaca tentang studi kasus email marketing.

3)      Siapkan pula hadiah menarik agar orang-orang tertarik mendaftar ke dalam list Anda
Hadiah nya bisa berupa ebook, video tutorial, buku, voucher diskon, penawaran menarik, dan lain sebagainya.

4)      Jika ketiga hal dari nomor 1 -3 sudah siap maka segeralah mulai email marketing Anda. Dapatkan prospek sebanyak  dan seefektif mungkin.

5)      Jika sudah dapat banyak orang yang bergabung dalam list Anda, maka kirimi orang-orang tersebut dengan berbagai konten (informasi) yang bermanfaat. Ingat harus bermanfaat. Konten yang berisi promosi hanya perlu Anda kirimkan sesekali saja. Utamakan melakukan strategi soft selling.

Adapun kekurangan serta kelebihan Enternet Marketing (E-Marketing)
Kekurangan:
  • Ketergantungan pada teknologi
  • Isu keamanan dan privasi
  • Adanya biaya pemeliharaan karena teknologi yang terus berkembang
  • Akses teknologi yang belum merata terutama di Indonesia
  • Transparansi harga sehingga mengakibatkan meningkatnya kompetisi harga
  • Kompetisi global
Kelebihan:
·         Mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing.
·         Target adalah konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan
·          Transaksi binis secara elektronik dan dengan biaya yang rendah.
E-mail dan data files dapat dipindahkan kepada konsumen yang terpilih atau semua konsumen dalam hitungan detik
·         Proses penjualan langsung dari produsen ke pengguna tanpa harus melewati jalur distribusi klasik.
·          Dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat.
·         Dapat melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, langkah-langkahnya dan hasil yang didapat.
·         Dapat mengawasi pesaing
·         Menciptakan dialog antara perusahaan dengan konsumen
·         Dapat mendistribusikan program dan informasi tentang produk melalui E-mail atau file transfer.

Sumber:




E-Commerce (Softskils) Tugas 1

Posted by Unknown at 21:20 0 comments
E-COMMERCE

E-Commerce adalah sebuah terobosan bisnis baru di bidang elektronik. Karena dunia semakin berkembang maka banyak pembisnis atau seorang wirausahawan yang menggunakan e-commerce sebagai bahan penambah hasil bagi mereka. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.


e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu
·         Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

·         Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

·         Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.

Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau:
·         Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.

·         Integrity

Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement. Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.

·         Availability
Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya.
Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).

·         Non-repudiation
Non-repudiation merupakan aspek yang sangat penting dalam transaksi elektronik. Aspek ini seringkali dilupakan. Aspek non-repudiation menjamin bahwa pelaku transaksi tidak dapat mengelak atau menyangkal telah melakukan transaksi.
Dalam sistem transaksi konvensional, aspek non-repudiation ini diimplementasikan dengan menggunakan tanda tangan. Dalam transaksi elektronik, aspek non-repudiation dijamin dengan penggunaan tanda tangan digital (digital signature), penyediaan audit trail (log), dan pembuatan sistem dapat diperiksa dengan mudah (auditable). Implementasi mengenai hal ini sudah tersedia, hanya perlu diaktifkan dan diakui saja. Dalam rancangan Cyberlaw Indonesia – yang dikenal dengan nama RUU Informasi dan Transaksi Elektronik – tanda tangan digital diakui sama sahnya dengan tanda tangan konvensional.

·         Standar Pengamanan
Dalam upaya untuk memenuhi aspek-aspek tersebut di atas, sistem perlu dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan standar yang berlaku. Ada beberapa standar yang dapat diikuti, mulai dari standar yang sifatnya formal (seperti ISO 17799) sampai ke standar yang sifatnya lebih praktis dan operasional (yang sering disebut best practice).

·         Evaluasi Secara Berkala
Untuk membuktikan aspek-aspek tersebut sistem informasi perlu diuji secara berkala. Pengujian atau evaluasi ini sering disebut dengan istilah audit, akan tetapi bukan audit keuangan. Untuk menghindari kerancuan ini biasanya sering digunakan istilah assesement.
Evaluasi secara berkala bisa dilakukan dalam level yang berbeda, yaitu dari level management (non-teknis) dan level teknis. Masing-masing level ini dapat dilakukan dengan menggunakan metodologi yang sudah baku. Evaluasi untuk lebel non-teknis biasanya dilakukan dengan menggunakan metoda evaluasi dokumen. Metoda ini yang banyak dilakukan oleh auditor Indonesia. Namun, metoda ini belum cukup. Dia harus dilengkapi dengan evaluasi yang levelnya teknis sebab seringkali kecukupan dokumen belum dapat memberikan perlindungan. Sebagai contoh, seringkali auditor hanya mencatat bahwa sistem memiliki firewall sebagai pelindung jaringan. Akan tetapi jarang yang melakukan evaluasi teknis sampai menguji konfigurasi dan kemampuan firewall tersebut.




Keuntungan dan kerugian dari E-Commerce 
   Dalam menggunakan E-Commerce tersebut tenyata ada keuntungan dan kerugian bagi para pebisnis dan juga para konsumen. Keuntungan dan kekurangan dari E-Commerce dirangkum menjadi dua bagian,yang diantaranya ialah perusahaan dan konsumen. Adapun keuntungan E-Commerce pada perusahaan adalah

  1.  Memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan pemasaran barang dan jasa secara global.
  2. Mengurangi penggunaan kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
  3.  Mengurangi keterlambatan waktu dalam pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi yang dihubungkan secara online.
  4. Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan jasa yang sangat spesifik tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, dikarenakan keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.
  5. Mengurangi waktu dan biaya promosi dari barang dan jasa yang dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.

 Ada beberapa faktor pendorong yang muncul dan berkembangnya keamanan E-Commerce, yang diantaranya ialah:
 • Kemajuan infrasutruktur sistem komunikasi yang lebih baik.
• Meledaknya sistem perdagangan global sehingga lambat laun banyak yang menggunakannya.
• Sistem perdagangan real time yang tidak pernah berhenti.
• Meningkatkan rasa pengertian atau penghargaan terhadap segala resiko yang mungkin terjadi.
• Tersedianya teknologis sistem keamanan (security) yang lebih baik.
 • Sistem keamanan sebagai aset yang berharga.



Definisi E-commerce menurut beberapa ahli
-       Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commercemerupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

-       Website Planetweb E-commerce Solutions, e-commercememiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.

-       Website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.

-       Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) : e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.




Sumber :





 

my room Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting